Skip to main content

Posts

Bolehkah Ada Dua Shalat Berjamaah Bersamaan dalam Satu Masjid?

Sahabat dunia islam,  Shalat Berjamaah Bersamaan  lebih baik dari pada shalat sendirian. Allah SWT memberikan pahala berlipat ganda dan banyak bonus kepada orang yang melakukan shalat jama’ah. Terlebih lagi bila shalat tersebut dilakukan di masjid. Sampai saat ini semangat umat Islam untuk meramaikan masjid dengan shalat jama’ah masih sangat tinggi. Hal tersebut terlihat di sebagian besar masjid perkotaan maupun pedesaan. Beberapa kali ditemukan di sebagian masjid adanya beberapa jama’ah dalam satu masjid. Ini biasanya terjadi pada saat makmum datang terlambat dan tidak sempat mengikuti shalat bersama imam tetap masjid tersebut. Akhirnya dia memilih orang lain atau dirinya sendiri untuk mengimami shalat. Namun pada saat yang sama, sebagian yang lain juga mendirikan shalat jama’ah. Padahal keduanya masih berada dalam satu masjid. Syekh Wahbah Az-Zuhayli dalam kitabnya Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu  menjelaskan: ويكره تعدد الجماعات في وقت واحد، لما فيه من التشويش ...

Berbakti kepada suami "salah satu jalan menuju ke surga"

Suatu ketika, Rasulullah saw. menyampaikan pernyataan yang agak mengejutkan para sahabat di Madinah, baik laki-laki maupun wanita. Pernyataan yang mengejutkan itu adalah  "diantara wanita yang akan menjadi penghuni surga adalah isterinya Al Hathab."    Mendengar pernyataan  Rasulullah saw. tersebut, seluruh penduduk Madinah saling bertanya-tanya satu sama lain.Mereka amat heran, mengapa Rasulullah Saw. menyebutkan istri Al Hathab itu, apa sebenarnya keistimewaannya dibanding wanita-wanita lain..? Karena mendapat banyak pertanyaan, isteri Al Hathab akhirnya menanggapi berita tentang dirinya.    “Suamiku adalah pencari kayu bakar di bukit, ia menjualnya ke pasar dan ia kembali dari pasar dengan membawa sesuatu yang kami butuhkan sekeluarga. Ia pulang tentu dalam keadaan letih dan lelah serta haus sangat terasa di tenggorokannya.  Aku menyadari betapa payah suamiku itu dalam mencari nafkah. Saat ia pulang ke rumah, sudah kusiapkan air yang dingin...

Hafal Qur'an tapi belum mendapat hidayah dari Allah

*HAFAL QURAN 30 JUZ DAN HADlTS TAK MENJAMIN KITA MASUK SURGA* Kisah nyata ini di tuturkan Habib Quraisy bin Qosim Baharun, Cirebon, dr kisah perjalanannya th 1996. Kala itu pesawat melintasi daratan Afrika. Diantara penumpangnya Habib Quraisy dan ibu Tua sekitar 65-70 tahun berpenutup jilbab di sebelahnya. “Dimana asal Anda?” Tanyanya. Tahu Habib Quraisy orang Indonesia, dia mengajaknya berbahasa Indonesia dan amat fasih pula. Ibu Tua itu tersenyum bijak sambil berkata “Saya ‘Alhamdulillah’ menguasai sebelas bahasa dan 20 bahasa daerah”. Ibu Tua mulai mengupas pembahasan Al Qur’an dg indah dan mahir. Habib pun penasaran atas kehebatannya menjelaskan Al Qur’an, “Apakah Ibunda HAFAL AL-QUR’AN ?” Beliau jawab “Ya, saya telah menghafal Al Qur’an dan saya rasa tidak cukup hanya menghafal Al Quran sehingga saya berusaha menghapal Tafsir Jalalain dan saya pun hafal”. Tidak sampai disitu saja, Ibu Tua itu melanjutkan bicaranya “Namun Al Qur’an harus bergandengan dengan hadist. Sehi...

3 Panggilan Allah yang wajib di penuhi

Sahabat dunia islam, Sedikitnya ada tiga Panggilan Allah Yang Wajib Dipenuhi oleh hamba-hamba-Nya. Pertama, panggilan shalat, yaitu ketika azan berkumandang lima waktu sehari semalam. Seruan lima kali sepanjang 24 jam ini terus menggema susul-menyusul bergantian dari satu masjid ke masjid lainnya. Selesai dari negeri yang satu, berpindah ke belahan bumi yang lain, berputar terus selama bumi masih berotasi mengelilingi porosnya. “Allahu akbar … Allahu akbar …!” Sahabat Ibnu Abbas adalah orang yang sering kali menangis manakala mendengar panggilan azan bergema. Serbannya sering basah oleh tetesan airmatanya yang terus mengalir mengiringi alunan suara sang muazin. Ketika ada yang menanyakan mengapa sampai begitu? Ibnu Abbas menjawab, “Seandainya semua orang tahu makna seruan muazin itu, pasti tidak akan dapat beristirahat dan tak akan dapat tidur nyenyak.” Kalimat Allahu akbar saja mengandung makna panggilan kepada orang beriman yang sedang sibuk mengu...

Benarkah dia keturunan Nabi Muhammad S.A.W yang masih hidup?

Ada kabar mengejutkan dari dunia maya. Wajah cicit Rasulullah tersebar dan menghebohkan para netizen. Muncul wajah putra ulama besar kota Madinah Sayyid Yusuf Halim anak Syeikh Jamil Halim Al-Husaini. Keturunan Rasulullah s.a.w melalui Sayyidina Husain, putra Fatimah dan Ali bin Abi Thalib Nasab yang bersambung kepada Nabi Muhammad shallallahualaihiwasallam memiliki sekitar 40 tingkat, dan semua keturunan Rasulullah pada umumnya hafal dengan silsilah mereka sampai kepada Fatimah putri Rasulullah yang bersuamikan Ali bin Abu Thalib, sepupu beliau.                Predikat Zuriat Rasul bukan hal sepele, misalnya Habib Ali Al Jifri, lihat nasab beliau di sini. Di Indonesia sendiri ada lembaga bernama Rabithah Alawiyah yang mengurusi kemurnian nasab seseorang yang benar masih merupakan keturunan Rasulullah. Dengan begitu sangat ketat mengenai hal ini, lagipula waktu 1400 tahun bukan waktu yang begitu panjang, se...

Berikut Ini Karakteristik Diam Itu Emas

SEBUAH ungkapan yang seringkali kita dengar bahwa diam itu adalah emas. Pertanyaannya sekarang adalah di mana kita bisa mengetahui letak emas dalam diam itu? Kapan diam itu akan bernilai emas? Diam emas itu adalah diam yang mampu membuat nilai kebaikan dalam diri kita. Diam karena kita ingin mendapatkan informasi yang jauh lebih baik dan bermanfaat serta kemudian hal itu dijadikan sebagai dasar untuk berbicara yang dapat memberikan kemnafaatan bagi orang lain. Demikianlah makna pesan Rasulullah Saw, dalam sabdanya,“Barangsiapa yang beriman pada Allah dan hari akhir, maka berbicaralah yang baik atau (jika tidak bisa) diamlah!” Sikap diam memiliki banyak keuntungan jika seseorang dapat menempatkannya dengan baik. “Memang diam itu emas namun jangan hanya karena emas engkau diam.” Berikut ini karakteristik diam emas, sebagaimana yang diungkapkan oleh K.H. Abdullah Gymnastiar antara lain : 1. Diam dari perkataan dusta 2. Diam dari perkataan sia-sia 3. Diam dari komen...

Dosa berdampak pada kerugian sosial

SERINGKALI kita menyepelekan setiap dosa yang kita perbuat. Baik itu dosa kecil bahkan besar sekalipun. Kita tidak pernah menyadari jika yang kita perbuat itu menyebabkan dosa. Al-Qur’an telah menceritakan kisah-kisah umat terdahulu yang dibinasakan Allah SWT karena dosa mereka. Lihatlah akibat dari sekelompok orang yang mengingkari perintah Nabi mereka. Allah telah menurunkan azab dan siksanya seketika itu pula. Dampaknya tidak hanya pada mereka yang berdosa saja, melainkan pada semua orang yang ada di sekitarnya. Demikian Allah telah mengingatkan hambanya jauh-jauh hari dalam firmannya : “ Dan takutlah kamu dari siksaan yang tidak hanya secara khusus menimpa-orang0orang yang dzalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaannya .”(QS. AL Anfal: 25) Inilah dampak besar dari perbuatan dosa. Sungguh Nabi sendiri telah memberikan gambaran tentang hal itu. Kata Nabi perbuatan dosa bisa berdampak kesengsaraan sosial. Ini bisa dilihat dari kisah ...