Skip to main content

Titik terang kasus tewasnya Krisna di barak SMA Taruna Nusantara

Tubuh Krisna Wahyu Nurachmad (16), siswa SMA Taruna Nusantara di Magelang, Jawa Tengah, sudah tak lagi bergerak saat ditemukan pamong graha, Riyanto (54). Krisna tewas bersimbah darah di barak G17 kamar 2B kompleks asrama Taruna Nusantara.

Polisi sudah menemukan titik terang kasus ini. Diduga kuat, korban yang beralamat di Jalan Sumarsana Nomor 12 RT 3 RW 4, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung itu dibunuh temannya.

"Beberapa siswa sudah diperiksa. Sudah ada siswa yang diindikasi sebagai pelaku, tapi sedang dalam pemeriksaan. Diduga kuat dilakukan rekannya sendiri," kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (31/3).

Terungkapnya kematian Krisna ini bermula saat Riyanto menjalani rutinas setiap pagi, berkeliling membangunkan siswa untuk salat subuh. Saat itu jam menunjuk sekira pukul 04.00 WIB.

Disaksikan beberapa siswa, Riyanto sempat mengecek kondisi korban dengan cara memegang urat nadi. Saat diperiksa, nadi Krisna sudah berhenti berdenyut.

Kemudian Riyanto melaporkan ke Wakil Kepala Sekolah dan diteruskan ke Polsek Mertoyudan.

Satreskrim dan Inafis Polres Magelang kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dipimpin Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol DjarotPadacova yang dikonfirmasi terpisah mengungkapkan, saat olah TKP polisi menemukan luka tusukan benda tajam di leher Krisna. Luka itu diduga akibat tusukan.

"Ada bekas luka tusukan, melebar dan dalam pada leher sebelah kiri bawah korban," kata Djarot di Mapolda Jateng, Semarang.

Krisna diperkirakan tewas akibat luka tusuk di leher tersebut. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya barang bukti berupa pisau dan pakaian milik korban yang berlumuran darah.

"Petugas kami menemukan dua bilah pisau. Kemudian juga baju-baju dan celana penuh dengan percikan darah korban," tegasnya.

Usai identifikasi sementara dan olah TKP, jenazah Krisna kemudian dibawa ke RSUD Tidar, Kota Magelang. Di RSUD Tidar berencana mengautopsi guna penyelidikan serta mengetahui persis penyebab kematian.

Hingga kemarin, sudah 12 saksi diperiksa polisi. Terdiri dari siswa-siswi dan penanggung jawab gedung atau pamong graha. Terutama untuk empat saksi pertama kali yang melihat dan menemukan jenazah korban di barak 17G kamar 2B.

Keempat saksi kunci tersebut adalah Kodiat (58) sebagai pamong graha warga Dusun Kutan RT 1 RW 10 Desa Sedayu, Kecamatan Muntilan; Riyanto sebagai pamong graha warga Dusun Bangsren RT 29 RW 12, Desa Krincing, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Kemudian Torik Saladin Noval (16) warga Perum Puri Panca Yasa Nomor 1 RT 9 RW 3 Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang dan Rudi Adi Susanto (35) sebagai wali graha 17 warga asrama SMA Taruna Nusantara P49.

Pemeriksaan ke 12 saksi dilakukan baik di TKP maupun di Mapolres Magelang oleh tim gabungan dari Satreskrim Polres Magelang dan Direskrimum Polda Jateng.

"Kami juga menurunkan tim Direskrium Polda Jateng yang dipimpin AKBP Nanang Haryono untuk lebih mempercepat proses penyelidikan dan pengungkapan kasus, yang sampai saat ini belum tertangkap pelakunya," lanjut Djarot.

Kabag Humas SMA Taruna Nusantara Cecep Iskandar mengatakan proses pembelajaran tetap berlangsung normal. "Seluruh siswa saat ini dalam keadaan aman dan terjaga penuh," katanya.

Dia menyampaikan keluarga besar SMA berduka atas meninggalnya Kresna, dan merasa sangat kehilangan siswa baik dan selalu bersemangat.

"Mohon doa agar almarhum diterima amal baiknya dan diampuni segala dosa-dosanya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran untuk menerima musibah ini," katanya.

Krisna yang pendiam

Meninggalnya Krisna membuat keluarga besarnya berduka. Paman Krisna, Amru yang ditemui di kediamannya kemarin mengaku tengah sibuk untuk bertolak ke Magelang.

"Saya buru-buru mau berangkat ke Magelang," kata Amru saat ditemui di kediamannya, Jalan Sumarsana, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

Lantas di rumah itu tinggal ada Wawan Setiawan (25) yang biasa membantu di rumah tersebut. Meski diisi pamannya tapi rumah itu memang milik orang tua Krisna yakni Almarhum Kartoto yang berpangkat Mayjen dan Umi Isnaningsih.

"Ini memang rumah orang tuanya. (Krisna) Sudah jarang di tempat oleh ibu. Yang menempati adik dari ibu Mas Amru sama sopir ibu dan saya," ujarnya.

Dia mengaku cukup terkejut dengan kabar tersebut. Sama sekali dirinya tidak menyangka. Yang diketahui Krisna adalah orang yang pendiam.

"Orangnya pendiam, enggak banyak tingkah, enggak neko-neko," terangnya.

Comments

Popular posts from this blog

Benarkah dia keturunan Nabi Muhammad S.A.W yang masih hidup?

Ada kabar mengejutkan dari dunia maya. Wajah cicit Rasulullah tersebar dan menghebohkan para netizen. Muncul wajah putra ulama besar kota Madinah Sayyid Yusuf Halim anak Syeikh Jamil Halim Al-Husaini. Keturunan Rasulullah s.a.w melalui Sayyidina Husain, putra Fatimah dan Ali bin Abi Thalib Nasab yang bersambung kepada Nabi Muhammad shallallahualaihiwasallam memiliki sekitar 40 tingkat, dan semua keturunan Rasulullah pada umumnya hafal dengan silsilah mereka sampai kepada Fatimah putri Rasulullah yang bersuamikan Ali bin Abu Thalib, sepupu beliau.                Predikat Zuriat Rasul bukan hal sepele, misalnya Habib Ali Al Jifri, lihat nasab beliau di sini. Di Indonesia sendiri ada lembaga bernama Rabithah Alawiyah yang mengurusi kemurnian nasab seseorang yang benar masih merupakan keturunan Rasulullah. Dengan begitu sangat ketat mengenai hal ini, lagipula waktu 1400 tahun bukan waktu yang begitu panjang, se...

Tragedi Kesurupan Berujung Maut yang Bikin Heboh Dunia

Kejadian kesurupan seringkali terdengar di telinga orang Indonesia sebagai hal mistis. Ciri-ciri dari orang yang mengalami kesurupan biasanya berteriak kencang dan mengeluarkan kata-kata tidak dapat dimengerti. Seseorang yang mengalami kesurupan juga biasanya suka menyakiti diri sendiri bahkan hingga meninggal. Seperti yang terjadi baru-baru ini di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Fabianus Hale Bere (22), mahasiswa semester VI Universitas Kristen Artha Wacana Kupang tewas di kamar kosnya setelah kesurupan. Berdasarkan keterangan teman-temannya, Fabianus kesurupan dengan meneriakkan kalimat tidak jelas. Dia juga berkata akan mati pada pukul 03.00 atau 06.00 Wita Selama kesurupan, korban dijaga teman-temannya. Korban diketahui mengembuskan napas terakhir setelah teman-temannya bangun tidur pada Kamis (6/4). Sebenarnya jika ditinjau dari istilah medis, kesurupan disebut dengan Dissociative Trance Disorder (DTD). Psikiatri mengakui fenomena kesurupan sebagai suatu kondisi yang di...

Mitos-Mitos Tentang Pribumi

Mengapa ada klaim pribumi dan non-pribumi? Apa kriteria seseorang dikategorikan                                                                     sebagai pribumi atau bukan? Jumat pagi (31/03/17) Gatot Saptono dicokok polisi di Hotel Kempinsky. Tudingannya: makar.  Gerakan yang dipimpin organisasi Gatot, Forum Umat Islam (FUI), dijadwalkan menggelar protes di depan Istana Negara. Aksi tersebut tidak dihadiri massa sebanyak yang diklaim Gatot, namun sepanjang hari itu linimasa media sosial penuh dengan foto mobil-mobil yang ditempeli stiker “pribumi.” Aksi 313 mengusung embel-embel supremasi pribumi, sangat kontras dengan penampakannya di lapangan, juga dengan otak sekaligus juru bicara yang baru ditangkap itu. Entah sejak kapan Gatot Saptono membuat namanya jadi lebih sulit dieja: Al-khaththath. Jika ka...